Breaking News:

Kolaborasi Pemerintah dan Filantropi Mudahkan Akses Pangan Bergizi untuk Masyarakat Miskin

saat ini kesenjangan antara kemampuan mengakses dengan kebutuhan terkait pangan semakin berjarak.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Bukapangan Leaders Talk yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

centreboulevard.com, JAKARTA - Kebutuhan pangan selalu menjadi hal paling esensial dalam kehidupan setiap orang.

Pasalnya, makanan tidak hanya dapat menunjang keberlangsungan hidup seseorang, namun juga meningkatkan kecerdasan.

Mengkonsumsi pangan yang mengandung gizi yang tinggi tentu menjadi harapan bagi tiap keluarga, terlebih jika mereka memiliki anak yang masih dalam masa tumbuh kembang.

Karena dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang akan menghasilkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing, serta meminimalisir potensi anak mengalami stunting.

Namun mirisnya, tidak semua orang memperoleh akses yang sama dalam mendapatkan pangan yang berkualitas.

Momentum inilah yang dimanfaatkan Lembaga Amil Zakat Nasional serta Nazir Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane (LAZ YWDP) Bukapangan untuk memperluas pemberdayaannya di bidang pangan.

Ketua Dewan Pembina LAZ YWDP Bukapangan, Debby FL Pane mengatakan bahwa pihaknya selama dua tahun terakhir fokus untuk menghadirkan sederet program yang diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan di akar rumput.

"Kami melihat hari ini persoalan pangan sangat pelik di tengah ketidakstabilan kondisi global dan ketergantungan atas pangan dari luar, membuat masyarakat miskin dan pra sejahtera tidak mampu mengakses pangan yang bergizi," kata Debby, dalam Bukapangan Leaders Talk di Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Hal tersebut pun dibenarkan Presiden Direktur LAZ DWYP Bukapangan, Mirah Hartika yang mengatakan bahwa saat ini kesenjangan antara kemampuan mengakses dengan kebutuhan terkait pangan semakin berjarak.

Ini membuat pihaknya menghadirkan program-program yang sangat erat kaitannya dengan pangan.

"Tentu saja kami perlu menyiapkan banyak program. Pertama, untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat, kedua, agar bisa mengakomodir banyak munfiq, muzaki serta para wakif untuk menyalurkan zakat infaq sedekah dan wakafnya," jelas Debby.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pun mengapresiasi kehadiran program Bukapangan ini untuk memudahkan akses bagi masyarakat kurang mampu dalam memperoleh pangan murah yang bergizi dan berkualitas.

Baca juga: Wujudkan Stabilitas Pangan, Para Petani Diberikan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

"Sandang pangan dan papan kebutuhan mendasar kehidupan, sayangnya pemenuhan atas ketiganya saat ini masih belum maksimal dan berkeadilan. Masih banyak masyarakat kita yang belum dapat mengakses makanan bergizi seimbang," tegas Sandiaga.

Menurutnya, inisiasi program-program yang berfokus pada peningkatan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dalam bidang pangan merupakan pendekatan yang kreatif di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Tentunya program  ini memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah.

"Pendekatan kreatif ini adalah sebuah adaptasi dari sebuah kondisi pasca pandemi yang menjadi inovasi dalam mendukung ekonomi kreatif yang tentunya bersifat kualitas dan berkelanjutan. Sehingga dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk dapat hasil yang terbaik," pungkas Sandiaga.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 centreboulevard.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved